1

Kontak Admin

Butuh bantuan silahkan hubungi kami


testimoni

Agus Ikhsan
Raja Hipnotis Indonesia

Kontak Admin :
Silahkan anda hubungi kami kapanpun

SMS/WA : +6282143604545
eMail : adm.rajahipnotis@gmail.com
Telegram : @Mas_Agus
Messenger : Raja Hipnotis



Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta bakal capres Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak melupakan komitmen di Pilpres 2019. Komitmen ya... Selengkapnya Klik PKS: Prabowo Jangan Blunder karena Demokrat

JASA BUAT BLOG LEWAT WHATSAPP

Inilah paling banyak di cari saat ini, Percayalah!

Waktu anda terbatas!, untuk Belajar Hipnosis Secara Benaar dari Master Hipnotis yang Berpengalaman Lebih dari 10 Tahun.

JASA BUAT BLOG LEWAT WHATSAPP


PKS: Prabowo Jangan Blunder karena Demokrat

PKS: Prabowo Jangan Blunder karena Demokrat


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta bakal capres Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak melupakan komitmen di Pilpres 2019. Komitmen yang dimaksud yaitu memilih cawapres dari internal PKS meski mendapat tambahan dukungan partai lain.

Direktur Pencapresan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin menegaskan, koalisi PKS-Gerindra sudah dibangun sejak lama.  Menurut dia, ada kesepakatan antara Prabowo dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufrie bahwa di Pilpres 2019, Gerindra mengusung capres dengan figur cawapres dari internal PKS

"Berdasarkan itu, maka penambahan anggota koalisi Demokrat atau PAN, itu harus memperhatikan aspek tersebut,” ujar Suhud, kepada wartawan, Rabu, 1 Juli 2018.

Dia menyampaikan, Prabowo harus berkomitmen dengan kesepakatan PKS mendapat posisi cawapres. Kehadiran Demokrat diminta tidak mengganggu kenyamanan Gerindra-PKS yang sudah terbentuk sebelumnya.

Menurut Suhud, Prabowo memang sebaiknya memilih cawapres dari PKS, bukan dari partai lain, termasuk Demokrat.

Pasalnya, nama kader PKS, Salim Segaf, bersama Ustaz Abdul Somad, masuk dalam ijtimak ulama dan rekomendasi majelis syuro untuk jadi bakal cawapres Prabowo.

"Ini harus dipertimbangkan serius keinginan dari umat. Ini tidak bisa dianggap main-main. Karena kalau ini tidak disikapi secara tepat bisa menjadi blunder bagi Pak Prabowo dan Gerindra,” ungkap Suhud.

Susmber Berita : www.liputan6.com