Menjalin
Rapport
Rapport
adalah suatu keadaan hubungan yang akrab dan saling percaya.Menjalin rapport
merupakan bagian yang sangat penting dalam Pre-talk.Ada banyak cara untuk menjalin rapport dengan
klien atau orang yang baru Anda temui. Basa-basi seperti menanyakan kabar dan
pekerjaan bisa menjadi pembuka rapport.Sekarang, bagaimana caranya agar Anda
cepat menjalin rapport dengan orang yang baru pertama Anda temui?
Rapport
Dimulai Dari Pikiran Anda
Milikilah
keyakinan bahwa diri Anda mudah diterima oleh siapapun dan dalam situasi apapun.Untuk
menanamkan keyakinan ini, Anda bisa menggunakan teknik visualisasi yang Anda
ulang setiap hari sampai terbentuk keyakinan baru.Yang Anda bayangkan adalah
Anda sedang bertemu orang baru (klien Anda) dan Anda mampu menjalin hubungan
akrab dan saling percaya. Keyakinan bahwa diri Anda bisa diterima oleh
siapapun, tanpa Anda sadari akan menciptakan nada suara yang mantap dan bahasa
tubuh yang kongruen sehingga Pikiran Bawah Sadar orang lain merasa nyaman dan
mantap dengan Anda. Sebaliknya, apabila Anda khawatir klien Anda akan resisten
dengan Anda, maka nada suara dan bahasa tubuh Anda akan memberi sinyal kepada
klien bahwa Anda adalah orang yang ragu-ragu.
Menjalin
Rapport Dengan Mencocokkan Sistem Representasi
Sistem
representasi adalah sistem yang kita gunakan untuk berhubungan dengan dunia
luar. Manusia normal berkomunikasi berinteraksi dengan 5 sistem indera, yaitu
visual (penglihatan), auditori (pendengaran), kinestetik (perasaan), olfaktori
(penciuman) dan gustatori (pengecapan). Lima sistem indera itulah yang kita
sebut sistem representasi.Setiap manusia mengembangkan semua representasinya,
namun biasanya ada satu yang lebih dominan. Sehingga, dalam hal kebiasaan
berkomunikasi, kita bisa membagi manusia menjadi tiga tipe:
1. Tipe Visual,
yaitu orang yang lebih peduli dengan apa yang mereka lihat. Ketika dia bicara,
dia akan banyak menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan penglihatan
seperti: Melihat, memperhatikan, menonton, menyaksikan, menunjukkan, memandang,
membayangkan, penglihatan, sudut pandang, dsb. Jika orang tipe visual memilih
sesuatu, mereka akan lebih memilih yang memuaskan secara visual.
2. Tipe Auditori,
yaitu orang yang lebih peduli dengan apa yang mereka dengar. Ketika dia bicara,
dia akan sering menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan pendengaran
seperti: dengar, mendengarkan, mengatakan, bunyi, suara dsb. Orang tipe
auditori memilih sesuatu dengan sangat teliti dan sering meminta rekomendasi
atau pertimbangan orang lain sebelum memutuskan.
3. Tipe Kinestetik,
yaitu orang yang lebih peduli dengan apa yang mereka rasakan. Ketika dia
bicara, dia akan sering menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan perasaan
seperti: merasa, rasanya, tenang, malu, gugup, kesepian, nyaman dsb. Orang tipe
kinestetik memilih segala sesuatu berdasarkan perasaan atau suasana hatinya.
Bagaimana
cara mengetahui tipe representasi dominan dari klien Anda? Sangat mudah
caranya. Ajukan pertanyaan ini kepada klien Anda:
Mana yang lebih Anda sukai,
gunung atau pantai?
Jawab dengan cepat, Apa yang
paling Anda sukai dari gunung/pantai?
- Tipe Visual biasanya menjawab:
pemandangan, pepohonan yang hijau, dsb.
- Tipe Auditory biasanya menjawab:
suara ombak, suara angin, suara burung, dsb.
- Tipe Kinesthetic biasanya
menjawab: dingin, panas, ketenangan, kedamaiannya, dsb.
Tipe
representasi dari seseorang juga bisa Anda ketahui dari pilihan kata yang dia
gunakan dalam pembicaraan.Setelah Anda mengetahui tipe representasi klien Anda,
maka sesuaikan kata-kata Anda dengan pilihan kata-kata sesuai tipe representasi
klien Anda. Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah menjalin rapport dengan
klien Anda.
Pemahaman
tentang tipe representasi juga berguna untuk menentukan teknik apa yang akan
Anda gunakan dalam proses induksi atau terapi. Ingat, hanya orang tipe visual
yang bisa membayangkan sesuatu dengan sangat jelas dalam kondisi kesadaran
normal.Sedangkan orang tipe auditori dan kinestetik hanya bisa membayangkan
dengan jelas setelah dia memasuki kondisi somnambulism.Oleh karena itu, untuk
meng-induksi atau melakukan deepening terhadap orang kinestetik dan auditori,
sebaiknya Anda tidak menggunakan teknik yang mengharuskan klien untuk
membayangkan.Setelah mereka mencapai somnambulism baru Anda bisa menggunakan
visualisasi, karena dalam kondisi somnambulism semua sistem representasi
menjadi sangat aktif.
