Teknik-Teknik
Terapi
A. Direct Drive Suggestion
Direct
Drive Suggestion adalah teknik memberi sugesti yang bertujuan untuk
menggerakkan klien menuju perubahan yang diinginkan.Pada prakteknya, Direct
Drive Suggestion adalah memberi motivasi kepada klien untuk mewujudkan
keputusannya. Direct Drive Suggestion cocok untuk klien
yang
ingin berhenti dari kebiasaan buruk atau menciptakan kebiasaan baru.

Dalam
Direct Drive Suggestion kita mengenal prinsip compounding
suggestion.Compounding suggestion maksudnya adalah bahwa setiap pengulangan
sugesti yang direspon oleh klien memiliki kekuatan yang berlipat ganda.Tentunya
semakin banyak pengulangan dan respon dari klien maka kita tidak pernah menduga
seberapa kuat sugesti tersebut melekat dan menjadi sebuah program baru dalam
diri klien.
Kita
akan melihat contoh direct drive technique dari kasus klien yang ingin berhenti
merokok. Pertama lakukanlah seluruh proses hipnosis dan pastikan klien mencapai
somnambulism.
Sekarang saya akan mengajari Anda
bagaimana cara untuk mempengaruhi semua bagian dari pikiran Anda, tubuh Anda,
jiwa Anda dengan keyakinan dan kenyataan yang sangat kuat bahwa sekarang Anda
sudah berhenti merokok hingga akhir hayat Anda. Saya akan memberikan sugesti
kepada Anda. Saya ingin Anda menirukan setiap sugesti yang akan saya berikan.
Bukan sekedar menirukan tetapi Anda juga meneriakkan sekeras-kerasnya dalam
batin Anda.Ingat, Anda tidak hanya menirukan saya, tapi juga berteriak keras di
dalam pikiran Anda.
Mari kita mulai.(Berikut
ini yang disebut sugesti primer)
Sekarang aku sudah berhenti
merokok dan tetap berhenti merokok untuk seumur hidup.
Lagi!
Sekarang aku sudah berhenti
merokok dan tetap berhenti merokok untuk seumur hidup.
Lagi!
Sekarang aku sudah berhenti
merokok dan tetap berhenti merokok untuk seumur hidup.
(Ulangi
minimal 15 kali pengulangan sugesti primer).
Proses
compounding kali ini seharusnya mendapat respon dari klien karena klien
menirukan dan mengucapkan sugesti primer tersebut kepada dirinya sendiri
walaupun sebatas suara dalam pikirannya. Dalam pengucapan sugesti primer ini
hypnotherapist sebaiknya menggunakan cara bicara dengan nada yang emosional
sesuai isi sugestinya. Pikiran Bawah Sadar lebih mudah menerima sugesti yang
bermuatan emosi kuat.Kadang, pengulangan kesekian, klien tidak hanya menirukan
sugesti primer dalam pikirannya tetapi juga secara lisan bahkan semakin lama
klien bisa semakin keras meneriakkan sugesti primer yang kita berikan. Meskipun
tidak selalu terjadi tetapi jika hal ini terjadi merupakan satu pertanda yang
sangat bagus dimana Pikiran Bawah Sadar klien sudah terpengaruh secara total
bahkan sampai berimbas pada level reaksi fisik.
Setelah
mengucapkan sugesti primer dengan teknik Direct Drive Suggestion yang penuh
semangat dan emosional, lanjutkan dengan memberi sugesti sekunder dengan nada
yang lembut:
Semua itu benar. Sekarang Anda
sudah berhenti merokok dan tetap berhenti merokok sepanjang sisa hidup Anda. Anda memilih untuk
berhenti merokok.Sebenarnya Anda datang kemari karena Anda telah membuat
keputusan bulat untuk merdeka.Sebenarnya Anda menemui saya karena Anda ingin
mengambil kembali kontrol diri Anda yang telah hilang selama bertahun-tahun.
Tidak seorangpun memiliki hak
untuk mengontrol hidup Anda. Termasuk ayah Anda, ibu Anda, keluarga Anda, anak
Anda, atasan Anda dan memang tidak seorangpun berhak mengontrol Anda. Termasuk
rokok atau benda apapun yang ada di dunia ini.Rokok mengotori darah Anda,
meracuni paru-paru keluarga tercinta Anda, dan Anda memutuskan untuk berhenti
merokok sekarang juga.Anda putuskan hubungan Anda dengan rokok dan semua hal
yang berhubungan dengan rokok.Anda memutuskan untuk berhenti merokok dan Anda
bangga dengan keputusan Anda.Anda memiliki kembali kontrol penuh diri Anda yang
selama ini telah dirampas oleh daun kering berbungkus kertas tersebut.Anda
merasa sangat bersemangat dan berbahagia dengan keputusan Anda untuk berhenti
merokok.
Sekarang Anda memilih darah yang
bersih dari racun, Anda memilih lingkungan yang lebih sehat untuk Anda dan
keluarga Anda, Anda memilih untuk mengembalikan kembali fungsi terhormat
paru-paru Anda bagi kehidupan yang selama bertahun-tahun hanya diperlakukan
sebagai asbak.Rokok sudah terpisah jauh dari kehidupan Anda.Anda memiliki
kembali kontrol pribadi Anda sepenuhnya.Dan Anda pertahankan kontrol diri Anda
dari siapapun yang ingin merebutnya dari Anda termasuk benda kecil, kotor,
beracun, menjijikkan dan terbungkus kertas tersebut.Anda memegang kontrol penuh
dan kontrol Anda membuang benda tidak berguna tersebut sejauh mungkin dari
semua bagian diri Anda".
Setelah
sugesti sekunder Anda selesaikan mungkin saat ini klien merasa sangat lega
karena seluruh proses terapi hipnosis telah diselesaikan.
Kembali
klien lagi, lanjutkan dengan membangunkan klien:
"Berikutnya saya akan
membimbing Anda untuk menyadari keberadaan diri Anda sepenuhnya. Saya akan
hitung dari satu sampai tiga. Hitungan ketiga, buka mata Anda.Satu…. dua….
tiga.
Setelah
klien membuka mata, lanjutkan dengan memberi sugesti berikut (sambil meminta
pasien fokus memandang wajah Anda)
Perhatikan wajah saya. Sekarang
Anda sudah berhenti merokok dan tetap berhenti merokok sepanjang sisa hidup Anda. Anda lawan
siapapun yang berusaha mengontrol hidup Anda terutama benda kecil tidak berguna
bernama rokok.Anda mengontrol kehidupan Anda.Anda tetap hidup dalam kontrol
pribadi Anda. Sekarang Anda sudah berhenti merokok dan tetap berhenti
merokok sepanjang sisa hidup Anda. Anda
bersemangat, Anda bangga pada keputusan Anda.Dan Anda bebas mulai sekarang dan
seterusnya. Merdeka..!
B. The Power of Visualization
Apa yang Anda lihat dalam pikiran
itulah yang akan terjadi pada diri Anda. Bayangan atau imajinasi dalam pikiran
Anda sangat mempengaruhi respon fisik dan respon emosional Anda.
Pikiran
Bawah Sadar itu ibarat sebuah kebun yang sangat subur. Program apapun yang kita
tanamkan di Pikiran Bawah Sadar, maka buah dari program itulah yang kita akan
petik. Ada dua
cara untuk menanamkan program ke Pikiran Bawah Sadar, yaitu dengan visualisasi
dan sugesti. Kali ini kita akan khusus membahas visualisasi.
Akhir-akhir
ini, visualisasi menjadi bahasan yang penting dalam dunia motivasi dan
pemberdayaan diri. Pasalnya apa yang kita dapatkan dalam hidup kita semuanya
berawal dari visualisasi atau imajinasi kita di masa lalu. Dalam panduan ini,
kita tidak membahas sisi teoritis dari cara kerja visualisasi hingga menjadi
kenyataan. Penjelasan lengkap tentang hal tersebut bisa Anda baca di buku-buku
populer seperti The Secret atau buku-buku lain yang mengajarkan Law of
Attraction (LOA). Kita langsung bahas bagaimana menggunakan visualisasi dalam
penyembuhan fisik maupun proses pembelajaran dan meraih tujuan.
Visualisasi Untuk Penyembuhan Fisik
Tubuh
dan pikiran saling terhubung.Apa yang Anda bayangkan dengan sungguh-sungguh
secara langsung akan mempengaruhi tubuh fisik Anda. Jadi apabila pasien Anda tidak
ingin punya penyakit fisik yang sulit disembuhkan dengan cara-cara biasa,
ajarkanlah dia untuk melakukan visualisasi penyembuhan setiap hari.Yang
dimaksud visualisasi penyembuhan adalah klien membayangkan penyakitnya hilang
dan dirinya sehat.Bukan cuma membayangkan, sebaiknya membayangkan disertai
dengan perasaan gembira seolah-olah klien sudah sembuh sekarang.
Agar
bisa membayangkan dengan detail dan terasa gembiranya, sebaiknya Anda
mengajarkan self hypnosis sehingga pasien melakukan visualisasi penyembuhan
dalam kondisi hipnosis.Visualisasi ini sebaiknya dilakukan minimal 2 kali
setiap hari.Masing-masing selama 10 menit.Selama melakukan visualisasi klien
harus bisa melarutkan dirinya dalam imajinasinya sehingga pikirannya sangat
fokus hanya memikirkan kesembuhan dan kesehatan.
Visualisasi Dalam Proses Belajar & Meraih Tujuan
Juara
senam Olimpiade Los Angles 1984, Mary Lou Retton, senantiasa membayangkan
gerakan rutin dalam pikirannya, serta memvisualisasikan setiap tahapan senam,
setiap langkah, setiap lompatan dan setiap gerakannya terlebih dahulu, sebelum
benar-benar melaksanakan dalam pertandingan. Tiger Wood sang maestro golf juga
melakukan pukulan yang sempurna setiap hari dalam pikirannya. Hasilnya dia
adalah juara.
Hendrawan
penentu kemenangan tim piala Thomas tahun 1998, 2000 dan 2002 juga menggunakan
teknik visualisasi untuk meraih kemenangan. Pada pertengahan tahun 1997 ia
mendapat ultimatum dari Pelatnas bahwa kesempatannya untuk berada di Pelatnas
hanya sampai akhir tahun 1997, karena selama ini tidak ada satupun prestasi
yang diraihnya. Dalam keadaan stress ia bertemu dengan motivator yang
membangkitkan semangatnya untuk berlatih lebih giat. Atas saran sang motivator
ia membayangkan koran-koran memuat gambarnya memegang piala Thomas. Ia
membayangkan masyarakat menyambut dan meng-elu-elukan kedatangannya beserta
piala Thomas. Dan semua itu pada akhirnya menjadi kenyataan.
Jadi
apabila Anda menginginkan hasil terbaik dari segala usaha Anda, maka lakukanlah
visualisasi secara rutin bahwa Anda bisa dan sudah mencapai hasil terbaik
itu.Lakukan terus setiap hari sampai Anda benar-benar mencapainya.
Visualisasi Menulis Masalah Untuk Mengatasi Keruwetan Pikiran
Saya
biasanya menggunakan teknik ini untuk mengatasi stress karena banyaknya
masalah, depresi ringan, rasa tidak berdaya, pesimis menghadapi kehidupan, dan
masalah lainnya. Keuntungan dari teknik ini adalah klien tidak perlu
menceritakan masalahnya kepada Anda.Apapun masalah yang dialami klien, dia bisa
menggunakan imajinasinya untuk merasa lebih lega.
Pertama – Menghilangkan Masalah
Bayangkan Anda duduk di sebuah
kursi kayu dan didepan Anda ada sebuah meja.Di atas meja ada sebuah buku dan
ballpoint.Pada hitungan ketiga, Anda mulai menuliskan semua masalah Anda dibuku
tersebut.Tuliskan semuanya, curahkan perasaan dan masalah Anda dengan menulis
semuanya di buku tersebut.Oke, pada hitungan ketiga, Anda mulai menulis. Satu, dua,
tiga...! Mulailah menulis, gunakan seluruh perasaan Anda ketika menuliskan
masalah Anda.Jika Anda sudah selesai menulis, gerakkan jari Anda yang ini
(sentuh salah satu jari klien).
Oke, sekarang saya minta Anda
merusak buku tersebut.Sobek atau hancurkan buku tersebut dengan tangan
Anda.Semakin Anda merusak buku itu, semakin lega perasaan Anda.Semakin buku itu
hancur, semakin enak perasaan Anda.Setelah buku itu hancur, kumpulkan
kertas-kertas yang rusak menjadi satu dan bayangkan kertas itu terbakar sampai
habis.Ketika Anda menyaksikan semua kertas itu menjadi abu, pikiran perasaan
Anda menjadi plong, lega sekali.
Kedua – Menanamkan Hal Positif
Bayangkan lagi Anda duduk di
kursi dan didepan Anda ada meja yang baru dengan warna cerah yang Anda
sukai.Bayangkan juga ada buku dan alat tulis didepan Anda.Lagi-lagi dengan
warna cerah yang Anda sukai.Pada hitungan ketiga, saya meminta Anda untuk mulai
menulis tentang segala hal yang Anda inginkan.Tulis segala hal yang ingin Anda
wujudkan dalam hidup Anda. Tulis segala hal yang Anda harapkan akan terjadi
pada diri Anda. Ketika Anda menulis, libatkan perasaan senang dan bahagia
Anda.Yakini bahwa apapun yang Anda tuliskan di buku tersebut segera menjadi
kenyataan dalam hidup Anda.Karena mulai hari ini dan seterusnya, Anda
menggunakan seluruh kemampuan Anda untuk mewujudkan apapun yang sudah Anda
tulis di buku tersebut. Apapun yang Anda tulis di buku itu, akan memunculkan
semangat untuk meraih semua cita-cita Anda yang baik. Oke, pada hitungan
ketiga, mulai menulis. Satu dua tiga... Jika Anda sudah selesai menulis,
gerakkan jari Anda yang ini (sentuh salah satu jari klien).Bagus, sekarang simpan buku itu di suatu
tempat dalam pikiran atau batin Anda.Simpan buku itu di tempat yang paling
aman. Mulai hari ini dan seterusnya, hidup Anda akan lebih baik dari
sebelumnya.
C. Mengubah Gambar & Suara
Internal
Mengubah Perasaan Negatif Menjadi Positif Dengan Imajinasi Menggelikan
Teknik
ini sangat cepat mengubah perasaan kita dari perasaan negatif (seperti marah,
benci, jengkel, dendam atau takut) pada seseorang. Seandainya sekarang Anda
sedang sebel dengan seseorang dan ketika Anda ingat orang itu atau ingat apa
yang dilakukannya terhadap Anda, Anda langsung jadi sebel dan tidak semangat.
Setelah Anda melakukan teknik ini, perasaan Anda ketika mengingat orang itu
menjadi beda, berubah ke perasaan yang mengelikan atau lucu.
- Pikirkan atau bayangkan orang
yang menyebalkan itu. Perhatikan perasaan Anda.
- Sekarang, bayangkan bahwa orang
tersebut memakai pakaian ala banci dengan segala dandanan banci yang menor
dan menggelikan atau menjijikkan. Biarkan diri Anda menertawakan atau
merasakan geli melihat bayangan itu.
- Bayangkan orang itu berbicara dengan nada
suara seorang banci, mengucapkan kata-kata menyakitkan yang dulu pernah
melukai Anda. Tapi sekarang dia mengucapkannya dengan cara yang berbeda.
Dia mengucapkan dengan nada banci yang menggelikan.
- Berhenti. Dan perhatikan perasaan
Anda. Ulang proses tersebut di atas dengan variasi yang berbeda jika
diperlukan.
- Jika teknik ini cocok untuk
masalah Anda dan Anda melakukannya dengan tepat, maka setelah melakukan
teknik ini, pastinya Anda tidak lagi merasa sebel ketika mengingat orang
tersebut. Anda tahu orang itu bukan orang yang baik (karena telah
melakukan kesalahan terhadap Anda), namun Anda tidak merasakan sebel
ketika ingat orang itu.
Mengubah Perasaan Negatif Dengan Mengubah Suara Internal Menjadi Lucu
Teknik
ini adalah teknik membayangkan suara yang “seram” menjadi bernada lucu atau
menggelikan.Teknik ini sangat cocok digunakan untuk orang yang sering
berpikiran negatif atau untuk melemahkan efek suara hati yang negatif. Misalnya
klien Anda punya masalah pikiran negatif yang tidak bisa dikendalikan, maka
inilah caranya:
1.
Dengarkan suara dari pikiran negatif
itu misalnya “Saya tidak bisa, saya bodoh, saya tidak akan mampu, saya pasti
gagal, saya ini orang yang minder.
2.
Putar suara pikiran negatif itu dengan
nada suaranya Mickey Mouse atau suara banci yang sedang menggoda pelanggannya.
Lakukan pengubahan suara itu dengan serius sampai terasa lucu atau geli. Ulangi
berkali-kali agar lebih kuat.
3.
Berhenti sejenak. Kosongkan pikiran,
kemudian pikirkan situasi yang biasanya menimbulkan pikiran negatif dan lihat
reaksinya. Reaksi seharusnya adalah diri kita malah menertawakan pikiran
negatif yang muncul atau malah tidak muncul lagi.
D. Mengubah Submodalitas
Modalitas
adalah nama lain dari sistem representasi. Sedangkan submodalitas adalah struktur pengalaman internal seseorang dalam
meng-kode-kan (menyimpan) sebuah pengalaman.Submodalitas adalah persepsi
seseorang terhadap suatu kenyataan.
Persepsi
adalah cara pandang kita terhadap sesuatu. Persepsi menentukan respon fisik dan
emosional kita.Struktur dari persepsi itulah yang disebut submodalitas.Nah
karena setiap pengalaman internal (persepsi) memiliki struktur yang khas, maka
ketika struktur diubah maka pasti berubah pula perasaan seseorang.
Struktur Pengalaman Internal Yang
Efeknya Kuat
Visual
: Gambar jelas, terang,
bergerak, 3 dimensi, dekat, besar
Auditori :
Stereo, volume tinggi, isi jelas, dekat
Kinestetik
: Reaksi fisik dan emosi kuat.
Struktur Pengalaman Internal Yang
Efeknya Lemah
Visual
: Gambar tidak jelas,
gelap, diam, 2 dimensi, jauh, kecil.
Auditori :
Dari satu arah, volume rendah, isi tidak jelas, jauh.
Kinestetik
: Reaksi fisik dan emosi lemah.
Mengubah
Submodalitas Untuk Mengubah Respon
Dalam
hipnoterapi, mengubah submodalitas menjadi teknik yang sangat penting karena
akan digunakan pada hampir semua masalah psikologis. Mengubah submodalitas berfungsi
untuk:
- Memperkuat perasaan positif yang
lemah
- Memperlemah perasaan negatif yang
kuat
Memperlemah
Perasaan Negatif Yang Kuat
- Minta klien memanggil pengalaman
negatifnya sejelas-jelasnya
- Jika sudah muncul tanyakan dan
catat submodalitas yang muncul dari perasaan tersebut mulai dari visual,
auditori dan kinestetiknya
- Arahkan klien untuk mengubah
submodalitasnya satu persatu dengan berpedoman pada struktur pengalaman
lemah.
- Minta klien mengamati merasakan
perubahan pada perasaannya
- Hentikan sejenak
- Ulang langkah 1 - 5 sampai 5 kali
ulangan.
- Tiap ulangan minta klien
mempercepat proses pengeditan submodalitasnya.
- Minta klien memanggil pengalaman
negatifnya tanpa perlu mengedit submodalitasnya dan perhatikan perasaan
yang muncul.
Sampai
pada poin 7 biasanya klien sudah melemahkan perasaan negatifnya dengan hasil
yang memuaskan tetapi apabila dirasa perlu ulangi lagi langkah 1 - 7 sampai
klien merasa telah mendapat hasil yang diharapkan. Yang sangat menarik dari
mengubah submodalitas adalah bahwa klien tidak perlu bercerita perasaan negatif
apa yang di ubah sehingga rahasia dari masalahnya tetap terjaga dan hal ini
pasti sangat membuat klien merasa nyaman. Poin lain yang menarik dari mengubah
submodalitas adalah klien sendirilah pelaku perubahan internal tersebut
sehingga submodalitas yang sudah di diubah strukturnya merupakan struktur baru
yang sifatnya permanen. Teknik memperlemah perasaan negatif ini bisa digunakan
untuk menyembuhkan fobia dan trauma dengan sangat cepat.
Memperkuat
Perasaan Positif Yang Lemah
Untuk
memperkuat perasaan positif yang lemah lakukan prosedur yang sama dengan
latihan di atas tetapi struktur baru yang dibentuk merujuk pada struktur
pengalaman kuat. Teknik memperkuat perasaan positif ini bisa digunakan untuk
memotivasi dalam bidang apapun.
- Minta klien memanggil pengalaman
positifnya sejelas-jelasnya.
- Jika sudah muncul tanyakan dan
catat submodalitas yang muncul dari perasaan tersebut mulai dari visual,
auditori dan kinestetiknya.
- Arahkan klien untuk mengubah
submodalitasnya satu persatu dengan berpedoman pada struktur pengalaman
kuat.
- Minta klien mengamati merasakan
perubahan pada perasaannya
- Hentikan sejenak
- Ulang langkah 1 - 5 sampai 5 kali
ulangan.
- Tiap ulangan minta klien
mempercepat proses pengeditan submodalitasnya.
- Minta klien memanggil pengalaman
positifnya tanpa perlu mengedit submodalitasnya dan perhatikan perasaan
yang muncul.
Swish
Pattern
Swish
Pattern adalah menimpa suatu modalitas dengan modalitas lain. Biasanya
digunakan untuk:
- Mengubah kebiasaan buruk menjadi
kebiasaan positif yang diinginkan. Caranya yaitu dengan menimpasubmodalitas kebiasaan buruk yang sudah dilemahkan dengan submodalitas kebiasaan positif yang
sudah diperkuat.
- Memunculkan motivasi yang kuat
untuk melakukan suatu kegiatan yang dulunya malas untuk dilakukan. Caranya
dengan mengcopy submodalitas kegiatan yang menyenangkan ke submodalitas
kegiatan yang ingin ditingkatkan motivasinya.
Contoh 1 – Mengubah Kebiasaan
Merokok Dengan Swish Pattern
- Bayangkan sebuah layar di depan
dalam pikiran Anda.
- Dalam layar tersebut, bayangkan
muncul suatu gambar yang mewakili hasrat Anda yang kuat terhadap rokok.
Misalnya gambar ketika Anda sedang menyalakan rokok. Ubah modalitas gambar
itu menjadi struktur lemah (kecil, hitam putih, redup). Gambar ini disebut
gambar A.
- Kemudian bayangkan juga gambar
yang mewakili diri Anda yang terbebas dari kebiasaan merokok. Misalnya
gambar diri Anda yang tersenyum lebar, gembira dan lebih sehat. Ubah
modalitas gambar itu menjadi struktur kuat (besar, berwarna, terang).
Gambar ini disebut gambar B.
- Dalam imajinasi Anda, bayangkan
gambar B menutupi gambar A dengan meniatkan dalam hati bahwa Anda
mengganti kebiasaan lama dengan kebiasaan baru yang lebih sehat.
- Buka mata dan tutup kembali,
kemudian lakukan langkah 4 sebanyak 10 kali.
- Setelah selesai, amati respon
Anda terhadap rokok. Dengan melakukan Swish Pattern yang terjadi adalah
pikiran dan perasaan Anda tidak merasa susah meskipun hidup tanpa merokok.
Seandainya Anda memaksakan diri untuk merokok ya memang masih bisa, namun
apabila Anda sudah berkomitmen untuk berhenti, maka Swish Pattern
memudahkan usaha Anda untuk berhenti merokok tanpa menderita.
Contoh Kasus 2 - Memunculkan
Motivasi Yang Kuat Untuk Melakukan Suatu Dengan Semangat
Misalnya
kegiatan A adalah kegiatan penting tetapi klien merasa malas melakukannya.
Kegiatan B adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan klien sangat
bersemangat melakukannya. Tujuan kita adalah membuat klien mampu melakukan
kegiatan A dengan rasa senang dan semangat sama seperti saat melakukan kegiatan
B.
- Minta klien munculkan pengalaman
kegiatan A
- Lakukan distraksi atau hentikan
langkah 1
- Minta klien munculkan pengalaman
kegiatan B
- Perkuat pengalaman kegiatan B
dengan struktur pengalaman kuat
- Minta klien munculkan
submodalitas kegiatan A dan B berdampingan bersamaan
- Minta klien menutupi semua
submodalitas A dengan submodalitas B mulai dari visual, auditori,
kinestetik.
- Perkuat submodalitas B dan minta
klien mempertahankan sejenak.
- Lakukan distraksi untuk
membersihkan pikiran klien.
- Ulangi langkah 5 - 8 berulang
kali dalam waktu yang semakin cepat.
Teknik-teknik
terapi yang menggunakan prinsip mengubah submodalitas bisa dilakukan dalam
kondisi normal dan memberi hasil yang sangat mengagumkan.Nah tentunya apabila teknik
submodalitas diterapkan kepada klien dalam kondisi somnambulism hasilnya jauh
lebih baik.
E.
Anchoring
Anchoring
digunakan untuk menanamkan program stimulus-respon yang bisa digunakan klien
kapan saja untuk memunculkan perasaan positif atau mengatasi perasaan negatif.
Anchor bisa berfungsi positif maupun negatif. Contoh anchor negatif adalah
fobia. Orang yang punya fobia adalah orang yang memiliki anchor berupa perasaan
negatif yang melekat pada suatu yang ditakutinya, misalnya fobia cicak. Secara
sadar penderita tahu seharusnya dia tidak perlu takut berlebihan terhadap
cicak, tapi perasaan takut setengah mati otomatis muncul tanpa kendali ketika
dia melihat cicak. Nah berikutnya kita akan belajar membuat anchor positif
beserta cara penggunaannya dalam terapi.
Syarat Anchor
:
1.
Berupa tindakan, suara atau gabungan
dari keduanya yang unik (tidak biasa dilakukan)
2.
Sesederhana mungkin agar mudah di pacu
saat dibutuhkan.
Cara Meng-anchor Perasaan
- Tentukan gerakan anchor-nya.
- Bawa klien kepada perasaan
positif terkuat yang akan di jadikan anchor.
- Klien menyentuh anchor selama
mengalami perasaan positif tersebut.
- Lepaskan anchor dan hentikan
perasan positifnya.
- Ulangi langkah 2 - 4 berulang
kali.
- Tes anchor dengan memicu dalam
kondisi normal. Semakin sering di picu maka kecepatan dan kekuatan respon
dari anchor menjadi semakin kuat dan permanen.
Penggunaan Anchor Dalam Terapi
Pertama
pastikan anchor positif sudah terpasang dengan baik. Dalam terapi kita membuat
minimal 2 buah anchor yaitu anchor 1 adalah perasaan negatif yang sudah kita
lemahkan dijadikan anchor negatif dan anchor 2 dan seterusnya adalah anchor
positif. Cara menggunakan anchor dalam terapi dengan asumsi sebuah anchor
positif sudah dibuat adalah sebagai berikut :
Collapsing Anchor
Ide
dari collapsing anchor adalah membuat perasaan negatif dan positif berhadapan
langsung secara frontal dengan cara memicu anchor negatif yang sudah dilemahkan
bersamaan dengan anchor positif sehingga anchor yang lebih kuat mengalahkan
efek anchor yang lebih lemah.
1.
Klien memunculkan perasaan negatifnya
2.
Lemahkan perasaan negatifnya dengan
edit submodalitas
3.
Jika sudah sangat lemah buat anchor
negatif
4.
Lakukan distraksi / hentikan proses
5.
Picu anchor negatif dan positif
bersamaan
6.
Ulangi langkah 5 sampai efek anchor
negatif menjadi netral
F. Gestalt Therapy
Gestalt
Therapy cocok digunakan untuk mengatasi perasaan konflik antara klien dengan
orang lain. Hasil dari Gestalt Therapy adalah klien menjadi lebih bijaksana
dalam berinteraksi dengan orang lain dan bisa menilai suatu masalah dengan cara
yang berbeda. Nama lain dari Gestalt Therapy adalah Chair Therapy karena dalam
prakteknya kita sering menggunakan beberapa kursi untuk memudahkan proses
permainan peran. Dalam Terapi ini klien memainkan peran dan mengubah persepsinya
dari sudut pandang diri sendiri, lawan konflik dan orang lain yang tidak ada
hubungan apapun dengan masalah.
Lakukan
persiapan terapi dengan mengatur tiga buah kursi saling berhadapan.Untuk tujuan
contoh, misalnya klien kita bernama "Rudy" yang sedang punya masalah
dengan "Santy".
Posisi 1
- Rudy duduk di kursi 1
- Minta Rudy membayangkan Santy
dengan semua sifatnya duduk di kursi 2
- Tunggu sampai muncul perasaan
tertentu dalam diri Rudy
- Hentikan sejenak
Posisi 2
- Rudy duduk di kursi 2 berperan
sebagai Santy dengan semua sifatnya
- Saat berperan sebagai Santy, Rudy
memandang dirinya sedang duduk di kursi 1
- Tunggu sampai muncul perasaan
tertentu.
- Hentikan sejenak
Posisi 3
- Rudy duduk di kursi 3 dan
berperan sebagai orang lain yang tidak ada hubungannya dengan masalah itu.
- Rudy (sebagai pihak yang netral)
memperhatikan kursi 1 dan kursi 2
- Sebagai pihak netral minta Rudy
diminta untuk memunculkan saran yang bijaksana bagi kedua belah pihak
kemudian mentransfer saran dan kebijaksanaan itu kepada Rudy di kursi 1.
- Hentikan sejenak
Dalam
proses tersebut klien pasti mendapati dirinya mendapat kebijaksanaan yang luar
biasa sehingga bisa menghadapi masalah dengan mudah karena sudah melihatnya
dari berbagai sudut pandang. Gestalt Therapy sangat cocok digunakan untuk
mengatasi berbagai konflik antara dua orang atau antara satu orang dengan
sekelompok orang.
G. Parts Therapy
Pernahkah
Anda bangun tidur di pagi hari, tetapi masih merasa sangat mengantuk, dan
timbul konflik dalam diri Anda? Satu bagian dari diri Anda meminta Anda segera
bangun karena harus berangkat kerja, sedangkan bagian yang lain ingin agar Anda
tidur kembali barang sejenak. Untuk beberapa saat, Anda diombang-ambingkan oleh
dua pikiran yang saling berbeda itu.Pertentangan ini berhenti saat Anda
memutuskan suatu tindakan.
Manusia
atau pikiran manusia terdiri dari banyak bagian dengan tujuannya masing-masing
yang sebetulnya sama-sama baik dan menguntungkan kita.Pada contoh di atas,
dapat rasakan bahwa dua bagian dari diri Anda bertujuan baik.Masing-masing
ingin membuat Anda senang dan bahagia.Yang satu bertujuan agar Anda bisa masuk
kerja tepat waktu sehingga tidak dimarahi oleh bos. Sedangkan bagian yang lain
ingin Anda tidur lagi juga menginginkan agar Anda menikmati tidur.
Jika
pertentangan antar bagian terjadi ketika bangun tidur memang hal sepele.Namun
apabila konflik internal yang terjadi melibatkan hal-hal penting dalam
kehidupan kita, maka hal itu bisa sangat menganggu dan menghambat produktivitas
kita.
Parts
therapy dapat diterapkan pada klien yang mengalami konflik internal. Dalam
proses parts therapy, akan terjadi dialog antara bagian-bagian yang mengalami
konflik. Untuk itu, dibutuhkan objektivitas dan sikap netral seorang therapist.
Dalam
melakukan parts therapy, peran terapis hanyalah fasilitator atau mediator.
Untuk mudahnya, bayangkan diri Anda sedang membantu menyelesaikan konflik di
antara dua pihak.Anda harus bersikap netral, tidak memihak, berlaku adil,
jujur, dan menghormati masing-masing pihak tanpa memiliki kepentingan tertentu.
Bila Anda mulai memihak salah satu pihak, pihak yang merasa dirugikan akan
marah dan tidak mau melanjutkan dialog atau diskusi. Akibatnya? Tidak akan ada
penyelesaian masalah. Ingat, saat berkomunikasi dengan bagian dari diri klien,
berbicaralah seperti Anda berbicara dengan seseorang.
Langkah
Parts Therapy
1. Menjelaskan Parts Therapy
Kepada Klien
2. Induksi & Deepening Sampai
Somnambulism
3. Memanggil Bagian Yang
Berkonflik
Panggil
Bagian Yang Negatif
Jika
jari telunjuk Rudy sudah bergerak katakan:
Bagus... terimakasih atas kesediaan Anda berbicara dengan saya. Untuk
memudahkan saya memanggil Anda, berilah nama pada diri Anda. Siapa nama Anda?
(Wawan). Oke Wawan, tetaplah bersama saya, sementara saya ingin memanggil teman
Anda yang lain.
Panggil
Bagian Yang Positif
Jika
jari telunjuk Rudy sudah bergerak katakan:
Bagus... terimakasih atas kesediaan Anda berbicara dengan saya. Untuk
memudahkan saya memanggil Anda, berilah nama pada diri Anda. Siapa nama Anda?
(Dedi) – Oke Dedi, saya ingin Anda tetap bersama saya sambil berdiskusi dengan
Wawan.
4. Mencari Tahu Tujuan Tiap
Bagian.Proses selanjutnya adalah seperti Anda berbicara
dengan dua orang yang sedang berkonflik. Anda berperan sebagai penengah yang
tidak memihak.
5. Negosiasi & Mediasi Untuk
Mencapai Kesepakatan. Anda membantu kedua bagian
melakukan negosiasi dan perundingan untuk mencapai kesepakatan yang merupakan
solusi atas masalah yang timbul. Setelah melalui proses perundingan yang saling
menguntungkan atau kompromi oleh masing-masing bagian, akhirnya mereka
bersepakat dan menetapkan persyaratannya.
7. Menyatukan Bagian. Penyatuan
kembali dimaksudkan untuk memperkuat efek kesepakatan yang sudah
dibuat.Penyatuan bisa dilakukan dengan meminta kedua bagian itu bersalaman,
saling memeluk atau saling bergandengan tangan untuk selamanya.
Dalam
melakukan parts therapy, selain yang telah diuraikan di atas, ada hal-hal
penting yang harus Anda perhatikan untuk mencapai hasil terapi yang maksimal:
- Jangan memihak salah satu bagian
- Jangan mengritik semua bagian
- Jangan mengambil kendali / Jangan
mengatur
- Jangan menciptakan bagian yang
baru
- Jangan menghancurkan suatu bagian
- Jangan membekukan suatu bagian
