Mastering
Induction
Tidak
ada satupun cara yang tidak bisa Anda gunakan untuk menghipnotis klien Anda.
Dengan kata lain, ketika seorang klien sudah mantap kepada Anda, butuh bantuan
Anda dan tidak ada ketakutan apapun, maka Anda bisa menghipnotis klien Anda
dengan segala cara.

Setidaknya
ada sembilan teknik dasar yang bisa kita gunakan untuk menghasilkan kondisi
hipnosis.Dari sembilan teknik dasar ini, Anda bisa menciptakan berbagai variasi
induksi sesuai kreativitas Anda sendiri.Sebuah teknik induksi yang baik
merupakan gabungan beberapa teknik dasar menjadi suatu kesatuan yang
praktis.Jika Anda memahami sembilan teknik dasar dalam menghasilkan hipnosis
ini, maka Anda bisa membuat teknik induksi Anda sendiri yang unik. Sembilan
teknik dasar tersebut adalah:
1. Pengulangan
Cara
paling primitif untuk menghasilkan trance adalah dengan melakukan, mengucapkan
atau memperhatikan sesuatu berulang-ulang atau berirama. Misalnya melakukan
tarian atau gerakan yang monoton, membaca mantra berulang-ulang, dzikir
berulang-ulang, dan fokus mendengarkan nada yang monoton.Metode pengulangan ini
banyak digunakan oleh orang-orang zaman dulu dalam ritual atau bagian dari
praktek keagamaan.Kita tidak menggunakan teknik ini, karena memakan waktu
lama.Biarlah ini menjadi pengetahuan Anda saja, bahwa melakukan sesuatu yang
berulang-ulang secara monoton bisa menghasilkan trance.
2. Membangkitkan Keyakinan
Keyakinan
merupakan cara paling alami untuk menghasilkan hipnosis. Jika Anda bisa
membangkitkan keyakinan seseorang bahwa segelas air yang Anda berikan bisa
membuat penyakitnya sembuh, maka Anda menghasilkan efek placebo. Jika Anda bisa
meyakinkan seseorang bahwa ketika Anda menyalakan korek api, dia langsung
tertidur pulas, maka Anda bisa menghasilkan kondisi hipnosis yang dalam
seketika hanya dengan menyalakan korek api.
3. Eye Fixation
Inilah
cara ilmiah pertama yang diketahui bisa menghasilkan kondisi hipnosis. Eye
fixation (fiksasi mata) dilakukan dengan menyuruh subyek memandang suatu benda
terus-menerus, tanpa berkedip, sampai otot matanya lelah dan tidak tahan lagi
membuka mata. Ketika matanya sudah tampak lelah, kita memberi sugesti semacam
ini “Rasakan mata kamu menjadi semakin
berat, ingin menutup dan mata kamu seperti mengantuk… terasa semakin berat dan
berat..Sekarang tutup mata kamu dan tidurlah dengan tenang.Biarkan tubuh serta
pikiran kamu beristirahat, tapi kamu tetap mendengarkan suara saya”.Teknik
induksi ini diperkenalkan oleh James Braid sejak tahun 1841. Eye Fixation masih
banyak digunakan orang sampai saat ini. Saya sendiri masih menggunakan cara
ini, terutama untuk anak-anak.
4. Merilekskan Seluruh Tubuh
Jika
Anda ingin tahu cara termudah untuk menghipnosis, maka cara itu adalah dengan
meminta subyek untuk merilekskan seluruh otot di badannya sampai benar-benar
rileks. Teknik relaksasi yang sering digunakan adalah Progresif Relaxation.Namun
saya tidak menyarankan Anda menggunakan teknik ini.Mengapa?Ada dua satu
alasan.Pertama karena teknik ini perlu waktu lama, sekitar 30 menit.Kedua
karena teknik ini kurang efektif, setidaknya itu menurut pengalaman saya.Teknik
Progressive Relaxation diperkenalkan oleh Dr. Edmund Jacobson pada tahun 1929.
Progressive Relaxation adalah suatu prosedur sistematis untuk merilekskan
seluruh tubuh dengan cara merilekskan bagian tubuh satu per satu. Jacobson
bukanlah seorang praktisi hipnosis dan sepanjang saya tahu, dia tidak bertujuan
agar tekniknya digunakan untuk melakukan hipnosis. Jacobson merancang teknik
ini untuk orang-orang yang ingin melepaskan stress dan menikmati sensasi
relaksasi tubuh. Tidak jelas kapan dan siapa yang kemudian menggunakan
Progressive Relaxation sebagai induksi hipnosis.
Perlu
dipahami bahwa ketika kita mendapatkan tubuh yang sangat rileks belum tentu
kita mendapatkan kondisi hipnosis yang dalam.Tidur adalah kondisi alami yang
menyebabkan seluruh tubuh rileks, tapi tidur bukanlah hipnosis.Kondisi hipnosis
dan relaksasi adalah dua hal yang berbeda.Relaksasi hanya membuat kita merasa
nyaman ketika dalam kondisi hipnosis, itu saja.Tanpa relaksasi pun, bahkan
tanpa menutup mata sekalipun, sebenarnya kita bisa menghasilkan somnambulism.Kalaupun
kita perlu menggunakan teknik relaksasi, maka teknik yang paling tepat adalah
Elman Induction.
5. Misdirection
Jika
Anda bisa membuat seseorang merasa dirinya sudah terhipnotis, maka orang itu
segera mengalami kondisi hipnosis yang sesungguhnya.Misdirection adalah teknik
induksi yang memanipulasi respon alamiah tubuh menjadi seolah-olah terjadi
karena pengaruh hipnosis.Teknik ini penuh trik memang.Maka dari itu, teknik
misdirection biasanya hanya digunakan dalam permainan hipnosis.
6. Mental Confusion
Mental
confusion artinya membuat pikiran subyek bingung. Bingung adalah kondisi dimana
seseorang tidak mengerti apa yang sedang terjadi dan tidak tahu harus berbuat
apa. Seseorang yang dalam kondisi bingung, Filter Mentalnya menjadi sangat sibuk
atau bahkan berhenti bekerja sama sekali karena tidak mampu menangani
kebingungan yang terjadi. Ketika kita tahu pikiran subyek sedang kebingungan,
kita tinggal mengatakan “tidur”, maka seketika subyek masuk ke trance yang
dalam.Ada dua
cara termudah untuk membuat pikiran bingung. Pertama adalah dengan melakukan
sesuatu yang tidak diketahui maknanya oleh subyek.Kita bisa membuat orang
bingung dengan mengatakan sesuatu yang tidak diketahui artinya atau ambigu atau
melakukan sesuatu menyalahi pola kebiasaan.Kedua adalah dengan memberi banyak
stimulus kepada subyek secara bersamaan sehingga Filter Mental tidak sanggup
menganalisis dan akhirnya berhenti bekerja. Karena Filter Mental manusia hanya
mampu menangani paling banyak 9 informasi dalam satu waktu, maka kalau
memikirkan lebih dari 9 hal dalam satu saat, pikiran Anda akan “hang”.
7. Mengagetkan / Shock Induction
Inilah
cara yang paling cepat untuk menghasilkan deep trance seketika. Prinsipnya
adalah ketika seseorang kaget, Filter Mentalnya menjadi sangat sibuk selama 3/4
detik karena sedang mencari makna dari situasi mengagetkan itu. Begitu
seseorang kaget, kondisi kesadarannya turun ke level somnambulism selama 3/4
detik. Bila kita mengatakan “TIDUR” atau “RILEKS” dengan suara yang tegas dan
tepat waktunya, maka dalam sekejap subyek memasuki kondisi somnambulism.
8. Memunculkan Emosi Yang Kuat
Ketika
sedang larut dalam perasaan, baik itu perasaan negatif maupun positif,
seseorang secara alami memasuki kondisi trance. Saya kadang menghipnotis orang
dengan cara memintanya membayangkan kembali peristiwa yang sangat
menggembirakan. Kemudian setelah dia larut dalam imajinasinya, saya mengatakan “Sekarang biarkan imajinasi itu menjadi
mimpi.Anda tidur dan Anda tetap mendengarkan suara saya”.Cara membayangkan
pengalaman menyenangkan hanya cocok untuk orang yang punya banyak pengalaman
gembira.Sementara klien hipnoterapi umumnya adalah orang yang punya banyak
pengalaman buruk. Saya menggunakan teknik induksi dengan memunculkan emosi
negatif (menyedihkan, ketakutan, penyesalan, dsb.) apabila klien tampak sedang
sangat gelisah memikirkan masalah atau perasaannya sehingga dia kesulitan
berkonsentrasi pada hal lain.
9. Trance Recall
Trance
Recall bukanlah teknik induksi yang sebenarnya. Lebih tepatnya adalah cara untuk
memanggil kembali pengalaman trance. Jika seseorang pernah dihipnotis
sebelumnya, maka Anda bisa membuatnya masuk kondisi hipnosis hanya dengan
menyuruhnya mengingat kembali bagaimana perasaan dan posisi tubuhnya ketika dia
berada dalam kondisi hipnosis dulu. Atau apabila sebelumnya sudah dipasang
anchor untuk menuju kondisi hipnosis, Anda tinggal memicu anchor-nya.
