Swish
Pattern
Swish
Pattern adalah menimpa suatu modalitas dengan modalitas lain. Biasanya
digunakan untuk:
- Mengubah kebiasaan buruk menjadi
kebiasaan positif yang diinginkan. Caranya yaitu dengan menimpasubmodalitas kebiasaan buruk yang sudah dilemahkan dengan submodalitas kebiasaan positif yang
sudah diperkuat.
- Memunculkan motivasi yang kuat
untuk melakukan suatu kegiatan yang dulunya malas untuk dilakukan. Caranya
dengan mengcopy submodalitas kegiatan yang menyenangkan ke submodalitas
kegiatan yang ingin ditingkatkan motivasinya.
Contoh 1 – Mengubah Kebiasaan
Merokok Dengan Swish Pattern
- Bayangkan sebuah layar di depan
dalam pikiran Anda.
- Dalam layar tersebut, bayangkan
muncul suatu gambar yang mewakili hasrat Anda yang kuat terhadap rokok.
Misalnya gambar ketika Anda sedang menyalakan rokok. Ubah modalitas gambar
itu menjadi struktur lemah (kecil, hitam putih, redup). Gambar ini disebut
gambar A.
- Kemudian bayangkan juga gambar
yang mewakili diri Anda yang terbebas dari kebiasaan merokok. Misalnya
gambar diri Anda yang tersenyum lebar, gembira dan lebih sehat. Ubah
modalitas gambar itu menjadi struktur kuat (besar, berwarna, terang).
Gambar ini disebut gambar B.
- Dalam imajinasi Anda, bayangkan
gambar B menutupi gambar A dengan meniatkan dalam hati bahwa Anda
mengganti kebiasaan lama dengan kebiasaan baru yang lebih sehat.
- Buka mata dan tutup kembali,
kemudian lakukan langkah 4 sebanyak 10 kali.
- Setelah selesai, amati respon
Anda terhadap rokok. Dengan melakukan Swish Pattern yang terjadi adalah
pikiran dan perasaan Anda tidak merasa susah meskipun hidup tanpa merokok.
Seandainya Anda memaksakan diri untuk merokok ya memang masih bisa, namun
apabila Anda sudah berkomitmen untuk berhenti, maka Swish Pattern
memudahkan usaha Anda untuk berhenti merokok tanpa menderita.
CARA MENCAPAI KONDISI HIPNOTIS DENGAN CEPAT, KLIK DISINI
Contoh Kasus 2 - Memunculkan
Motivasi Yang Kuat Untuk Melakukan Suatu Dengan Semangat
Misalnya
kegiatan A adalah kegiatan penting tetapi klien merasa malas melakukannya.
Kegiatan B adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan klien sangat
bersemangat melakukannya. Tujuan kita adalah membuat klien mampu melakukan
kegiatan A dengan rasa senang dan semangat sama seperti saat melakukan kegiatan
B.
- Minta klien munculkan pengalaman
kegiatan A
- Lakukan distraksi atau hentikan
langkah 1
- Minta klien munculkan pengalaman
kegiatan B
- Perkuat pengalaman kegiatan B
dengan struktur pengalaman kuat
- Minta klien munculkan
submodalitas kegiatan A dan B berdampingan bersamaan
- Minta klien menutupi semua
submodalitas A dengan submodalitas B mulai dari visual, auditori,
kinestetik.
- Perkuat submodalitas B dan minta
klien mempertahankan sejenak.
- Lakukan distraksi untuk
membersihkan pikiran klien.
- Ulangi langkah 5 - 8 berulang
kali dalam waktu yang semakin cepat.
sebagai tambahan silahkan lihat videodibawah ini :
Teknik-teknik
terapi yang menggunakan prinsip mengubah submodalitas bisa dilakukan dalam
kondisi normal dan memberi hasil yang sangat mengagumkan.Nah tentunya apabila teknik
submodalitas diterapkan kepada klien dalam kondisi somnambulism hasilnya jauh
lebih baik.
BACA JUGA CARA BELAJAR HIPNOTIS SENDIRI DARI RUMAH, KLIK DISINI

